Rabu, 14 Maret 2018

Embrace Change



Perubahan adalah sebuah keniscayaan.
Siap ataupun tidak.
Bahwa setiap detik waktu yang kita lewati pun akan merubah sisa umur kita,
bahwa setiap senyum yang kita berikan mungkin akan merubah kebahagiaan seseorang,
bahwa setiap inisiatif yang kita laksanakan pun mungkin akan merubah tatanan kehidupan.
Namun perubahan seperti apakah yang perlu terus kita lakukan?



the only thing
that is constant
is change
---heraclitus

Akan ada suatu masa dimana berbincang dengan teman lama tak semeriah biasanya,
akan ada suatu masa dimana waktu sehari semalam terasa tidak cukup untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan,
akan ada suatu masa dimana nuansa dan kenangan tak seindah realita dan harapan.
Semuanya adalah karena satu hal: perubahan.


Aku pernah cerita di salah satu postingan: twenty four,
tentang perubahan,
bahwa terkadang aku tidak menyadari bahwa orang-orang di sekitar aku pun berubah.
Aku masih menganggap mereka adalah seseorang yang aku kenal di masa lalu.
Padahal mereka pun berubah seperti aku.


Beberapa hari yang lalu sempet ngobrol juga sama salah satu teman lama semasa kuliah,
tentang seseorang yang pernah ada di circle kita di masa lalu,
kini berubah menjadi seseorang yang menurut masyarakat "wah".
Aku punya beberapa teman yang seperti itu.
Salut banget.
Gimana rasanya?
Antara bahagia, ikut bangga, senang, kagum, dan terselip juga perasaan untuk membandingkan kehidupan dia dan aku sekarang.
HAHAHA.


Wajar aja sih bruh.
Aku ga pernah melarang diri aku sendiri untuk membandingkan.
kemampuan komparasi kan salah satu kemampuan intelektual yak.
#ngeles
Intinya,
membandingkan kehidupan dua orang itu tidak sesederhana membandingkan luas dua permukaan daun kan yaa 😂
Tapi jika dengan membandingkan: aku bisa memetik hikmah yang justru membawa perubahan ke arah yang lebih baik kenapa engga?
Tidak semua orang bisa gitu yaa,
dan aku pribadi pun tau batasan membandingkan untuk mengambil kebermanfaatan,
dengan
membandingkan untuk mencari celah kesedihan.
#ceileh


Aku mau sedikit bahas persepsi orang ke kita atau sebaliknya yaa.
Percayalah,
semua orang hanya menunjukkan sisi indahnya saja.
Tidak banyak orang yang mau berkisah tentang cerita perjuangan mereka,
tidak banyak orang yang berkenan jujur berbagi perjalanan penuh duri yang dilewati,
tidak banyak orang yang bersedia sisi gelapnya diungkap ke permukaan.
Begitupun aku.
Jadi sebenarnya dibalik persepsi "wah" aku ke seseorang,
aku paham bahwa mereka ada di titik itu sekarang penuh dengan doa dan perjuangan.




Balik lagi ke topik,
Perubahan itu jutru membawa kita ke petualangan yang baru dan seru kan ya?
Tahun 2018 ini cukup banyak perubahan yang terjadi di hidup aku.
Bagi aku, menyiapkan dan menghadapi perubahan adalah salah satu kemampuan dasar dalam mengarungi kehidupan #ceileh.


Ketika perubahan terjadi, aku akan memilih untuk mengikuti arus terlebih dahulu.
Melihat dan merasakan lebih dekat perubahan itu sendiri.
Karena jika dari awal kita sudah menolak dan melawan arus perubahan,
akan butuh ekstra energi.
Dan apabila semakin diselami ternyata ada beberapa hal yang tidak sesuai,
then you have to speak up!


Jika tidak ada perubahan apapun yang terjadi di dalam hidupmu,
maka ga seru kan ya.
Kita gapernah belajar sesuatu yang baru,
ga dapet pandangan baru,
atau mungkin ga akan dapet kesempatan baru.
Perubahan bisa banget mengarahkan kita ke keadaan yang lebih baik.
Tapi memang terkadang perubahan yang terjadi adalah perubahan yang tidak disangka-sangka sebelumnya, atau bahkan tidak nyaman dibuatnya.
Lalu kita harus bagaimana?
just accept it.
things happen for a reason anyway.
Stress?
Wajar.
Mungkin kita sudah terlalu nyaman berada di comfort zone,
mungkin inilah saatnya kita keluar dan menyebarkan kebermanfaat yang lebih.
Semangat ya kamu. (i am talking to myself anw)


Pernah berusaha untuk berubah menjadi a better version of yourself
tapi masih belum berhasil?
Oke.
Kita senasib. Hehe.
Jika kemampuan untuk beradaptasi menghadapi perubahan harus dibandingkan dengan kemampuan kita untuk konsisten melakukan perubahan memang cukup besar perbedaan nya.
Kenapa ya?



Kita lebih mudah beradaptasi terhadap perubahan mungkin adalah salah satu cara kita untuk bertahan hidup. Insting alami manusia.
Toh dari sejak zaman purba, manusia terus berevolusi mengikuti perubahan alam yang terjadi.
Alamiah.
Maka kemampuan kita beradaptasi pun seharusnya lebih tinggi dibandingkan kemampuan kita menjaga konsistensi.
Iya ga sih? HAHAHA.



Kenapa kita berusaha mati-matian untuk berubah menjadi lebih baik?
Tidak puaskah kita dengan kondisi dan keadaan yang sekarang?
Masih dirasa kurangkah dengan rahmat dan rezekimu saat ini?
Apa yang kita kejar?
Kesempurnaan?


Bagi aku,
kesempurnaan bukanlah suatu alasan dibalik perubahan diri.
Kesadaran bahwa diri ini masih jauh dari kata sempurna justru yang memotivasi agar berbenah dan berubah.
Bukan untuk menggapai kesempurnaan,
hanya untuk memantaskan keadaan sesuai dengan tujuan penciptaan.


Lalu perubahan seperti apa yang harus terus kita lakukan?
Tentu saja perubahan yang menuntun kita ke arah yang lebih baik.
a better version of yourself.
Di titik ini tidak perlu membandingkan dulu dengan orang lain.
Aku yang di masa sekarang masih on/off pake kaos kaki harus banget mulai berubah agar konsisten pake kaos kaki.
Aurat cyint~
Ada ngga pegangan yang harus kita ikuti agar bisa jadi a better person?
Tentu saja: Al-Quran dan Sunnah.
atau mungkin perubahan kecil seperti
dateng sebelum jam 07.30 ke kantor!
HAHAHAHA.
PR banget ya ampooooonnn 😁




Bagaimana jika perubahan yang tidak kita harapkan terjadi?
Anggap saja hal itu adalah sebuah ujian.
Ujian untuk mendewasakan diri.
Latihan untuk menempa hati.
Ajang untuk membagikan kebermanfaatan.
Pernah ngga aku mengahadapi hal tersebut?
Pernah.
Memang tidak bisa dilawan,
harus diterima dan dijalani.


Ada ngga perubahan yang terus diharapkan tapi belum terwujud?
Banyak. hehe.
Manusia itu memang harus dipenuhi oleh harapan dan cita-cita kan?
Agar hidup kita penuh dengan usaha
#haseek
Trus gimana caranya menghadapi pengharapan yang belum terlaksana?
Ya terus aja diusahakan.
Berubah, lupa lagi, berubah lagi, lupa lagi, males, berubah lagi.
Jangan bosen.
Semoga lelah kita dalam berusaha kelak menghasilkan suatu konsistensi hakiki ya.


Kalo kamu?
Punya cerita gimana caranya selalu siap menghadapi perubahan?
Tips ampuh menjalani perubahan di bawah keterbatasan mungkin?
Atau malah masih berharap si dia berubah haluan agar menjatuhkan hatinya padamu?
Ciyeeeeeee~


you can't change what's going on around you
until you start changing what's going on within you. 









with love,

@octyvz

 


 p.s. doakan aku sebelum usia 30 tahun bisa merubah jumlah anak jadi dua dan menambah ilmu dengan mengikuti perkuliahan master degree di ITB dengan beasiswa yaa ❤
(rinci amat doanya 😁)

Related Articles

8 komentar:

  1. aamiin. semoga s2 nya bareng aku yaaa hehe

    btw, panjang pisan sis. ruarbyasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin.
      yuk, TOEFL dulu hahahaha.

      Hapus
  2. Diaminin banget. Sukses mimih

    BalasHapus
  3. pantes pas aq ngebanding2in sesuatu aq merasa cerdas ya.. ternyata membandingkan itu kecerdasan intelektual 😂😂😂

    btw anak biologi kenapa doyan kontemplasi? apakah krn sudah membedah anekaragam makhluk hidup shg membuat kalian begitu banyak memetik hikmah dr sekecil apapun pengalaman hidup kalian?

    kamu ngingetin aq ke selfi biologi 2007 kenal? 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha. entahlah uni.. bisa jadi efek mabok klasifikasi dulu :))) kayanya aku tau teh selfi.. namanya familiar.. tp harus liat foto sih biar yakin hehe

      Hapus