Tampilkan postingan dengan label 1minggu1cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1minggu1cerita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 September 2019

Master Degree Now or Later?


Education is not the learning of facts, 
but the training of the mind to think.
---Albert Einstein


Rabu, 14 Maret 2018

Embrace Change



Perubahan adalah sebuah keniscayaan.
Siap ataupun tidak.
Bahwa setiap detik waktu yang kita lewati pun akan merubah sisa umur kita,
bahwa setiap senyum yang kita berikan mungkin akan merubah kebahagiaan seseorang,
bahwa setiap inisiatif yang kita laksanakan pun mungkin akan merubah tatanan kehidupan.
Namun perubahan seperti apakah yang perlu terus kita lakukan?


Minggu, 10 Desember 2017

unplug-me



terkadang, tidak tau apa-apa itu lebih menenangkan dibandingkan tau segalanya.
kita tidak perlu mengetahui dan memikirkan segala sesuatu kan?
menjadi tidak peduli akan suatu hal tertentu itu penting.
kita manusia kan?
bukan ensiklopedia.


Jumat, 03 November 2017

Dunia ini masih butuh kamu




Pagi yang sibuk seperti biasa,
dan tidak ada yang aneh hari itu,
namun di ujung pagi,
tepat saat diri sudah sibuk dengan rutinitas,
ada sms yang membuat kaget,
suami mengalami kecelakaan.
Innalillahi!


Rabu, 20 September 2017

Sabar sampai kapan?



Halo September 💓
Udah lama banget ga nulis dengan serius,
kangen banget bisa cerita dengan runut dan bermakna,
tapi akhir-akhir ini terasa cukup lelah.



Sabtu, 08 Juli 2017

Usaha Terbaik demi Akhir yang Baik


Bandung, 6 Juli 2017

Hari ini aku mellow~
Beberapa waktu ke belakang mengalami dan mendengar kabar duka,
dan hari ini sebenarnya ada kabar bahagia,
tapi dua kombinasi itu malah semakin sukses membuat aku mellow~
kenapa?


Ada salah satu video yang bagus banget,
coba deh tonton dulu sebentar aja:


Video di atas aku reupload dari channel youtube nya Lampu Islam
Udah selesai nonton nya?
Gimana?
Masih sanggup buat dosa?


Dua temen kantor aku meninggal tahun ini,
yang pertama karena kanker serviks,
yang kedua serangan jantung.
Kaget?
IYA
Salah satu temen aku di dunia maya juga meninggal beberapa hari yang lalu,
setelah melahirkan dan terkena eklamsia.
Sedih?
IYA
Hari ini temen kantor aku istrinya baru aja melahirkan anak keduanya dengan selamat,
Alhamdulillah~
Seneng?
IYA
Tapi kemudian aku inget Alm. Kahfi
Kalo aja semua baik-baik saja, kahfi juga seharusnya lahir bulan-bulan ini
soalnya saat hamil emang cuma beda semingguan dari istrinya temen kantor itu.
Mellow?
IYA PAKE BANGET :')


Yaa Rabbi 💗


Akhir-akhir ini aku lagi suka streaming kajian daripada nonton Running Man
lagi suka ngedengerin murrotal Qur'an daripada lagu kekinian,
lagi suka download konten islami daripada konten hiburan semata.
Aku sadar aja,
demi akhir yang baik harus melakukan usaha terbaik


Kalo menurut KBBI nih:
usaha/usa·ha/ n 1 kegiatan dengan mengerahkan tenaga, pikiran, atau badan untuk mencapai suatu maksud; pekerjaan (perbuatan, prakarsa, ikhtiar, daya upaya) untuk mencapai sesuatu


Dan sebenarnya ya, aku lagi ngerasa kematian itu semakin nyata,
maksudnya sebelumnya aku ga pernah ngerasa sedekat ini.
Mungkin juga karena efek beberapa kejadian belakangan sejak peristiwa Kahfi dan seterusnya, dan seterusnya.
Wallahualam.. mungkin ajal aku udah deket.
Jadi lagi berusaha banget memperbaiki diri.
Aku mah belum sanggup untuk berlomba-lomba dalam meningkatkan kebajikan bersama orang-orang sholeh,
belum sampai sana levelnya.
Jadi aku mau berlomba sama para pendosa untuk memperbaiki diri aja 💗


Aku jadi inget ada salah satu temen yang kehilangan Ayah kandungnya,
dia sedih luar biasa,
akupun,
kemudian ada postingan dia di sosial media yang bikin aku sadar.
Kata dia kurang lebih seperti ini:

Orang bilang, waktu adalah penyembuh segalanya. 
Penyembuh yang ada di luar, ya. 
Tapi di dalam hati, rasanya masih sama.

Jangan, jangan bilang 'aku mengerti perasaanmu', 
kalau tidak benar benar mengalami. 

Karena ada perbedaan besar antara 'mencoba merasakan
dengan
'benar benar merasakan'. 
Jadi sebaiknya diam dan beri saja pelukan.

source from here


Disitu aku sadar,
dia benar.
Orang yang belum pernah mengalami kehilangan sang buah hati karena kelalaian sendiri itu tidak akan pernah tau rasa menyesalnya seperti apa.
Padahal saat itu aku baru bisa melihat gerakan dan mendengar detak jantungnya saja,
padahal saat itu ruhnya pun katanya belum ditiupkan,
padahal saat itu lapisan selaput di jemarinya pun belum hilang,
padahal saat itu beratnya tidak sampai 100 gram
Yaa Tuhan :'(


Begitupun dirinya,
aku yang masih memiliki Ayah kandung dan Ayah mertua dengan lengkap tidak akan pernah tau bagaimana rasanya kehilangan sang cinta pertama di dunia.
Itu baru Ayah.
Bagaimana jika Ayah, Ibu, Pasangan, dan Anak-anak diambil oleh sang Pemilik sesungguhnya sekaligus?
Kematian sungguh memberikan banyak pelajaran.





Usaha terbaik apa yang udah kamu lakukan untuk mempersiapkan diri menemui sang Maha Pencipta?
Saking banyaknya dosa dan amal yang masih gitu-gitu aja,
aku sempet bingung: what should i do first?
postingan pertama aku tentang hal ini bisa dibaca di postingan lama yang judulnya:
para penduduk langit


Mungkin kalo aku bisa curhat ke ustadzah dan dibimbing akan relatif lebih mudah ya,
bukan berarti aku gamau,
mau banget,
tapi belum dapet ustadzah, waktu, dan tempat yang pas aja.
Doakan yaa semoga berjodoh nanti 💗

Aku sama suami ini lagi meraba-raba,
kita berdua lagi berusaha memperbaiki diri,
dengan cara yang kita bisa,
dengan usaha terbaik versi kita,
dengan terus berdoa dan memohon petunjuk sang Maha Kuasa.


Mungkin ada yang lagi galau harus ngapain dulu kaya aku?
Aku mau sedikit cerita deh apa yang aku lakukan sampai saat ini:


1. Ketika dapet momen pertama untuk bertaubat, segera lakukan.
Biasanya saat-saat itu kita lagi semangat banget untuk memperbaiki diri.
Maka lakukan apapun yang menurut kalian perlu dilakukan pertama kali.
Gausah pusing dulu kaya aku,
nantinya malah semangat mengendur dan ga ngapa-ngapain.
Ingat, musuh abadi kita pintar memanfaatkan celah.
Mau shalat taubat dulu?
Boleh.
Trus nanti teh kepikiran: "eh shalat taubat teh gimana? doanya apa? caranya sama?"
Shalat aja dulu seperti biasa, curhat disana.
Jangan dulu mikirin teknis.

Mau sedekah dulu?
Boleh.
Sedekah dan niatkan sedekah kita itu sebagai jalan untuk hijrah.

Apapun.
Pokonya ketika dapet momen taubat, segera lakukan.
Dan jangan lupa berdoa agar diberikan ketetapan hati kepada sang Maha Pengasih.


2. Ketika semangat taubat mengendur: Ingat Kematian
Wajar banget lah semangat naik-turun sih,
satu booster yang paling ngena di aku adalah inget mati.
Setelah inget mati ah udah deh,
luluh lagi hati ini, nangis lagi inget dosa-dosa.
Dan perlahan-lahan semangat akan muncul lagi untuk memperbaiki diri

Coba download video-video tentang nasehat kematian,
atau tulis quote tentang kematian di sticky notes laptop kamu,
di wallpaper handphone,
di meja kerja,
di cermin kaca.
Dimanapun yang menurut kamu bakal sering kamu liat setiap hari.
It works for me


Dua itu aja sih dari aku mah.
Da aku juga masih mencoba memperbaiki diri,
belom pantes sok-sokan nulis tips banyak-banyak hehehe.
Sisanya adalah teknis dan akan mengikuti kemudian.
Saling mengingatkan yuk ah 💗
Aku jadi inget salah satu slogan yang terkenal saat aku masih mahasiswa,
saat lagi semangat banget ngembangin bisnis.
Temen-temen aku saat itu sering banget bilang:
See you on top guys


Keren ya?
Keren, kekinian, dan memotivasi banget itu jargon komunitas YOT-nya bang Billy Boen.
Tapi pernah baca ternyata jargon see you at the top itu terkenal pertama kali berkat buku yang berjudul sama karya Zig Ziglar yang diterbitkan tahun 1975 (aku lupa baca dari website mana maap).


Tapi sekarang aku pengen ganti ah
jadi:
See you on jannah guys~
💗
   









with love,



@octyvz


tulisan ini terinspirasi dari peristiwa kahfi, bu ersi, pak yanto, teh dewi, dan ayahnya mustika.
terimakasih, doa terbaik untuk kalian. Al-Fatihah.