Sabtu, 17 Februari 2018

Gaya Belajar pada Anak



Ada yang bilang belajar itu bukan hanya mengetahui apa yang harus dilakukan,
tetapi juga melakukan apa yang sudah diketahui.
Semakin banyak kita tahu tentang suatu (kebenaran),
maka tugas kita adalah melaksanakannya.
Berat?
Namanya juga hidup :)




 Play is the highest form of research
---Albert Einstein


Sejak aku ikutan IIP (Institut Ibu Pembelajar),
banyak banget hal-hal baru yang aku pelajari.
Seneng? Yes!
Tugas dikerjain? Harus dong!
Dipraktekkan semuanya? Ugh~

Terutama saat masih di kelas Matrikulasi,
cukup banya materi yang memang teoritikal.
Maksudnya,
Bisa dipraktekkan tentu saja,
tapi aku hanya sekedar teori aja.
Prakteknya masih jauh ka enya.


Ketika naik level ke kelas Bunda Sayang,
ada sesuatu yang unik di kelas ini yang membuat setiap peserta bener-bener praktek.
Aku sampe "bolos" tantangan Bunsay ke-2 karena aku ngerasa saat itu aku belum siap praktek.
Sebenernya bisa aja sih,
sok-sokan nulis "asal" tapi hati nurani berkata jangan~
#tsaaaah
Dan sekarang udah masuk tantangan ke-4 di kelas Bunda Sayang πŸ’“
hore jangan?
πŸ˜‚ 


Tantangan ke-4 adalah mengamati gaya belajar anak.
Seru.
Aku udah nulis report nya di instagram dari hari ke-1 sampai ke-5.
Kalo mau mampir dan follow boleh kok #eeeaaa
Hari ke-1 : bermain di taman. kinestetik
Hari ke-2 : obrolan lucu. auditory
Hari ke-3 : mewarnai dengan pensil warna. visual
Hari ke-4 : menggunting dengan pola. visual
Hari ke-5: mimih galak? auditory

Karena sempet kepotong tugas dinas luar (sehingga feed IG dipake untuk posting yang lain πŸ˜†)
makanya sisanya aku kebut setor di blog aja.
Seharusnya sih memang sebaiknya harus setor di blog yaa~
Tapi aku ngerasa ga shanggup aja kalo harus nulis yang blog-able selama 10 hari berturut-turut hehehe.


Hari ke-6 dan 7 (Senin-Selasa) karena harus menjalani Long Distance Parenting mimih sama ayra berkomunikasi dengan video call dan voice mail. Eh apa yaa istilahnya?
Kirim-kiriman voice recording gitu via whatsapp deh pokonya.
Mungkin karena sinyal kurang mendukung kali yaa,
ketika video call sering nge freeze. Ga gerak atau ga kedengeran suaranya.
Jadi kurang efektif dan lebih seneng ngobrol dengan cara kirim-kiriman voice mail tadi.
Anggap saja hari ini ayra lebih memilih untuk belajar berkomunikasi via auditory saja,
tanpa visualisasi mimihnya.


Pengamatan Gaya Belajar pada Ayra dilanjutkan ketika mimih sudah pulang.
Karena memang untuk mengobservasi itu lebih pas dengan cara,
1. Banyak bermain bersama
2. Banyak ngobrol bersama
3. Banyak beraktivitas bersama
Hari ke-8 (Kamis, 15 Februari) mimih dan ayra kembali main, ngobrol, dan aktivitas bersama.
Ayra membantu mimih untuk melipat-lipat baju.
Mimih contohkan terlebih dahulu, trus Ayra mencoba mengikutinya?
Rapih ngga?
Tentu saja tidak.
Tapi mimih jadi tau, ayra memperhatikan mimihnya dulu baru dia coba sendiri melipat.
Dan ketika ayra melipat bajunya, dia gamau dibantuin! 😁
Ternyata dengan mencoba langsung atau kegiatan hands-on ala-ala pembelajar gaya kinestetik juga bisa diterapkan dengan baik di ayra.


Hari ke-9 (Jumat, 16 Februari)
Jumat rasa minggu karena libuuuurr~
Niat hati mau jalan-jalan kemanaa gitu tapi kok yaa kerjaan domestik ga beres-beres #tjoerhat
Ayra masih baik hati banget.
Dia selalu suka main apa aja selama bareng mimih atau pipihnya πŸ’“
Hari ini ayra kebanyakan main masak-masakan,
cerita-cerita sama bonekanya,
atau main burung lovebird sama pipihnya.
Yes.
Dia suka berinteraksi langsung dengan burung lovebird.
Lucu liat ayra main-main sama burung.
Ayra ternyata suka juga berinteraksi dengan hewan peliharaan







Liburan bagi mimih itu semacam waktu untuk guling-guling dan ndusel-ndusel bareng ayra di kasur.
Sukaaaa banget.
Apalagi sekarang ayra makin gede jadi udah pas banget buat dipeluk. hehe.
Hari ke-10 ini (Sabtu, 17 Februari) sebelum tidur Ayra dibacakan mimih tiga buku sekaligus.
Dua buku boardbook dan satu buku yang kebanyakan tulisan.
Ayra sudah pernah beberapa kali membaca dua buku boardbook yang pertama,
karena memang itu buku lama.
Kedua buku tersebut memang buku yang dirancang untuk anak se-usia Ayra.
Lebih banyak gambar dibandingkan tulisan.
Dan dia menyimak dengan baik.


Yang membuat mimihnya takjub adalah ketika membacakan buku ketiga.
Buku tebal berisi tentang kisah 25 Nabi.
Mimih langsung membacakan kisah tentang Nabi Muhammad SAW.
Ada ilustrasinya sih,
tapi tidak sebanyak boardbook sebelumnya.
Ajaibnya,
Ayra tetap mendengarkan ceritanya sampai selesai!
Ga ada tanda-tanda bosan ataupun protes karena kurang gambar warna-warni.
Bisa juga karena suara mimihnya merdu kali ya~
#eeeeaaaaa
Tapi hari ini mimih bisa mengambil kesimpulan ayra memang tipe yang cenderung auditory dibandingkan visual πŸ’—


Kapan sih gaya belajar anak itu akan paten?
biasanya gaya belajar anak memang akan mulai terlihat jelas dan konsisten pada usia 3 tahun ke atas.
Pada saat itu anak mulai menunjukkan cara belajarnya yang efektif karena rentang perhatiannya sudah berkembang cukup baik dan fungsi-fungsi penunjang belajar lainnya, seperti kemampuan motorik dan postr tubuh, juga berkembang siap untuk mengolah informasi.
(Camilan 2, level 4, kelas Bunda Sayang IIP)









with love,

mimih ayra πŸ’“





p.s.
don't forget to love youself πŸ’“

Related Articles

2 komentar:

  1. Ayra cerdas...
    "Sebagai orang tua, kita perlu memahami cara-cara mereka belajar, bahwa tidak ada satu tipe yang lebih baik daripada yang lain. Yang penting adalah bagaimana memberdayakan pengetahuan tentang tipe belajar si anak untuk memaksimalkan hasil belajarnya."

    -

    BalasHapus
  2. Super sekali.. couldn't agree more (y)

    BalasHapus